Kita telah melihat dimulai dari tahun 2015 hingga 2019 iklim sosial-politik Indonesia benar-benar sangat memanas dalam suhu tinggi akibat bipolarisasi bangsa Indonesia terhadap jagoan politik dari kubu mereka masing-masing. Cercaan, cacian, hinaan, makian, bahkan kebencian, tersebar di dunia maya hingga dunia virtual. Menunjukan bangsa benar-benar dalam keadaan terpecah belah.
Sisa-sisa dari panasnya iklim politik tersebut masih terasa meskipun sekarang kompetisi politik 2019 telah usai berakhir. Hal demikian terjadi karena salah satu pengaruh penggunaan teknologi yang semakin maju sehingga kemudahan dalam mengakses sosial media dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Hal yang sangat disayangkan adalah mayoritas pengguna media sosial tidak ditopang dengan pendidikan literasi yang baik sehingga mudah larut dalam segala berita yang ada serta menerimanya sebagai suatu kebenaran tanpa mencari kebenaran dibalik suatu kebenaran tersebut.
Berita-berita yang beredar kebanyakan adalah berita semu nan palsu (hoax) yang sifatnya provokasi sehingga bangsa menjadi lerai akan kasih. Kominfo (2018) mengatakan sebanyak 92,40% berita-berita yang beredar di media sosial sepanjang tahun 2016-2018 adalah hoax serta konten kebencian.
Di sisi lain, selain hoax bangsa ini mendapat persoalan besar lain berupa pornografi akibat kemajuan teknologi yang dapat merusak mental bangsa hingga berujung pada perilaku amoral, pelecehan terhadap masyarakat sosial, penyimpangan seksual, seks bebas, dan lainnya (Yati & Aini, 2018). Statistik aduan Kominfo menunjukan hingga september 2019 dilaporkan terdapat konten pornografi dengan angka sebesar 1.001.621 konten (Kominfo, 2019).
Bisa kita renungkan angka tersebut bukanlah angka yang kecil untuk konten-konten pornografi yang dapat diakses terbuka di internet. Hal semacam inilah yang perlu dikhawatirkan dari revolusi industri 4.0 dimana pengaruh negatif lebih signifikan dibandingkan pengaruh positif yang tersebar kepada bangsa Indonesia khususnya bagi kaum milenial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar